Selasa, 26 Mei 2009

Arsitektur Perpustakaan Yang Menakjubkan

Terinspirasi dari tulisan sebelumnya, saya mencari apakah ada selain Perpustakaan Umum Kansas yang memiliki disain arsitektur unik. Selain di bawah masih banyak perpustakaan di belahan dunia lain yang memiliki disain lebih unik, akan sangat berterimakasih bila anda pernah berkunjung ke salah satunya dan berbaik hati berbagi foto di sini :)

Selamat Menikmati...

Seattle Public Library
If you expect a public library to sit quietly with its hands folded, the new Seattle Central Library is not for you. It has a lunging, irregular exterior wrapped in folds of glass covered with a honeycomb of steel. There are hook holes all over it, so the window washers can scale the angled surface like rock climbers. As buildings go, this one manages to look both precarious and enduring, headlong and immemorial. If Picasso ever painted a library, it might look like this. (http://www.time.com)




The British Library at St Pancras

Kita faham bahwa dahulu Inggris pernah menguasai lautan....tidak heran perpustakaannya pun ingin mengadopsi hal yang sama.

250,000 cubic metres of soil were removed to construct the basements. Some of it was used to build a dry ski slope in Beckton, East London. Around 3,800 items a day are delivered to the Library's users from the basement storage areas via a mechanised system. Items can be sent from fifty different points and travel by 33,000 possible routes. A stash of gunpowder was found amongst family papers in the basement. According to notes found with it, some of it may have been seized from Guy Fawkes when he was arrested (www.bl.co.uk)




Bibliotheca Alexandrina

The New Library of Alexandria, the New Bibliotheca Alexandrina is dedicated to recapture the spirit of openness and scholarship of the original Bibliotheca Alexandrina. It is much more than a library ...(http://www.bibalex.org)


Mussenden Temple Library

Location...location...location!!


Perpustakaan Yayasan Hatta

Hari ini, 26 April 2007, adalah hari ketika Perpustakaan Hatta di Jogjakarta roboh. Tak ada memang angin puting beliung mengipas-ngipasi daratan Jogja sebagaimana kabar-kabar sebelumnya. Bukan juga para petugas Kamtib kota melakukan vandalisme dengan menggaruk sebuah monumen buku. Perpustakaan Hatta roboh karena disungsep sepi yang tiada berkesudahan. Hatta pernah bilang bahwa lawan utama di Digul adalah kesepian. Jika tak mampu melawan kesepian itu, maka hitunglah detik-detik kematianmu.

Tapi Perpustakaan Hatta bukan di neraka Digul. Perpustakaan itu menggigil setengah mati di tengah-tengah kota yang disekelilingnya mengacak dengan sombong mal-mal supermewah. Tepat di depannya pula yang jaraknya hanya sepelontaran ludah, di Gedung Wanitatama Jl Solo, tiap tahun pesta buku digelar dan digeber. Tapi masihkah orang yang datang dan pulang menenteng buku-buku baru atau buku-buku obralan Jusuf Agency tahu bahwa di seberang jalan itu terdapat tonggak-tonggak yang merinci jejak pemikiran Hatta. Sadarkah orang-orang dalam pesta itu bahwa di sana, buku-buku itu berjibaku; bukan dengan tangan-tangan intelektual yang haus ilmu, tapi berusaha bertahan dari rayapan kutu dan sapuan debu langit-langit tripleks gedung yang terjuntai.(Robohnya Perpustakaan Yayasan Hat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar